Guess, what i do right now?!
Yeah, duduk manis di kamar menikmati detik terakhir weekend yang sangat berharga. Penat di depan komputer selama 5 hari dengan pekerjaan yang segede jaban, pun tekanan mental sana sini. Dan weekend saya isi dengan berkutat dengan komputer lagi hahaha. FLAT.
Sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis, terutama saat saya merasa its my best moment or worst moment atau saat pikiran saya sedang kacau, dan bahkan kadang-kadang ketika saya selesai baca buku. Yah, pikiran nomaden, nggak berdiam di satu tempat, berkelana kesana kemari, hingga saat ada kesempatan untuk menulis, bahan tulisan pun sirna entah kemana.
Saya ingat dulu saat kelas 2 SMP, saya sudah bercita-cita untuk study abroad. Pun ketika SMA, dan berlanjut hingga kuliah, dan sampai detik ini. Dan sayangnya, it's still be a dream :'( mungkin Allah belum ngasi ijin, or maybe ada jalan lain untuk bisa keluar negeri tanpa harus study abroad. Dan terdamparlah saya di dunia perkantoran yang sangat jauh dari major study saya.
Cerita sedikit tentang dunia kerja, percaya deh, nggak senikmat saat kuliah. Dan hal yang paling menonjol adalah, kamu tidak akan menemukan teman atau sahabat yang benar-benar 'teman' seperti saat kuliah maupun sekolah. That is why i write this post. Yeah, i miss my old friend. Apa yang teman-teman dan sahabat saya punya dan apa yang saya rasakan saat bersama mereka jauh berbeda dengan yang saya rasakan sekarang.
Saya punya sahabat saat kuliah, kami beranggotakan 4 orang, semuanya wanita. Kami selalu kerja tim, sampai ujian pun kerja tim (jangan di tiru ya!). Saat ada yang jatuh, kami support dengan tidak sepenuhnya mendukung tapi mengingatkan mana yang baik. Dan kami tidak pernah menjelekkan satu sama lain di belakang. Karena kami menjelekkan langsung di depan. Sure, dan itu sangat baik. Coba bayangkan, kamu buruk dan kamu tidak melihat keburukan kamu, kemudian orang lain mencibir dengan cara ngomong di belakang menjelek-jelekkan bahkan memberi solusi, tapi di belakang, emang guna?? Selama yang di cibir gak tau dia salah dan orang lain tersebut tidak memberi tahu kesalahan dan memberi solusi secara langsung, jelas perubahan gak bakal terjadi. That is what i feel now.
Saat ini partner kerja saya mungkin banyak yang omongin kejelekan saya di belakang, dan jadilah saya yang tidak berubah dan tetap salah di mata mereka yang kemudian dijadikan bahan gosip kembali. Well, ini di luar pengetahuan saya, saya hanya memperkirakan. Kenapa saya memperkirakan? Karena that what they do to another person, mereka menceritakan keburukan orang lain kepada saya. Kepada saya! Kita semua tahu, when someone bicarain orang lain di belakang, that what they will do to u dengan menceritakan keburukan kamu ke orang lain. Huft. Kadang saya selalu ingat sahabat saat saya kuliah, ternyata yang benar-benar sahabat seperti mereka tidak ada. Atau mungkin saya belum menemukan pengganti :') Belum lagi, sialnya, kalau dapat partner kerja yang kepo kemudian melanggar batas privacy. Its the worst.
Kemudian selama saya kerja, ketika ada kesempatan untuk berkumpul dan bicara, apa yang saya dapatkan adalah rekam jejak keburukan orang lain. Ya, u know bahwa akan ada banyak pembicaraan tentang keburukan orang lain bahkan sampai ke hal-hal yang seharusnya tidak layak di bahas bersama karena itu privacy dan bisa jadi aib (u know what i mean).
Untuk cari sahabat yang benar-benar tulus, saya rasa its impossible to find out karena dunia kerja adalah dunia cari muka. Ketika kamu banyak muka di depan atasan, kamu akan ngehits kemudian di sukai padahal kinerja buruk dan well kamu dengan mudahnya akan dapat sponsor. Tapi hukum ini mungkin tidak berlaku di semua perusahaan swasta atau negeri.
Berbeda sekali saat saya kuliah, ketika berkumpul, sometime memang membicarakan keburukan orang lain, tapi tidak jarang pula pengetahuan saya bertambah. Mulai dari teknologi yang terbaru saat ini, bahkan sampai berita terkini yang lagi hits, kita bahas berdasarkan cara pandang kita masing-masing dan tidak ada keles sama sekali. Banyak hal baru yang kita ketahui, ya walaupun hanya sekedar "drama korea yang hits sekarang apa ya?". But its useful. Nggak ada tuh yang buka aibnya sendiri pun melanggar batas privacy teman yang lain, karena kita semua tau etika dan batas pertemanan sampai dimana. Tidak semuanya harus di bahas.
Tapi, tidak mungkin kan untuk kembali ke masa kuliah dulu. Apa yang saya hadapi sekarang itulah yang harus saya jalani. Emangnya useetv bisa di rewind, kita mah live a life yang nggak punya tombol rewind.
Sebenarnya saya ingin share picture bersama sahabat saya, tetapi, unlucky, handphone saya hilang. Raib tidak berjejak :'(
Doain ya semoga ada pengganti yang lebih baik. Ammiiinnnn.............
Selamat berhari minggu
With love,
Ika
No comments:
Post a Comment