Sekarang saya sadar kenapa Indonesia belum maju, karena emang mental kita belum siap buat jadi negara maju. Sederhananya saja seperti kondisi saya saat ini, saya dari sejak SMP bermimpi supaya bisa kuliah keluar negeri, and now, sadly, it still be a dream. Kadang saya mikir kok bisa ya saya gak bisa wujud-in mimpi saya? Padahal kan banyak orang sekitar saya yang sudah berhasil mewujudkan mimpi mereka untuk kuliah di luar negeri, lagian saya yakin kok saya mampu menyesuaikan diri dengan cara belajar di sana, saya punya tekad kuat kok, saya yakin saya bisa, otak saya juga gak jauh beda sama mereka. But, until now, di balik tekad dan keyakinan saya yang tinggi serta kepedean saya yang over, sampai saat ini belum ada gerakan yang bikin saya bener-bener emang mau wujudin mimpi saya. I still stuck in my comfort zone. Saya emang lagi improve skill English saya, tapi itu belum seberapa. Belajar pun masih angen-angenan. Belum lagi kadang semangat yang suka naik turun, kadang nggak konsisten juga, yeah, its tough guys. Terus apa hubungannya dengan Indonesia yang nggak bisa maju?? Well. Contoh di atas itu hanya sederhana, tapi kalau di lihat lebih dalam lagi, emang orang-orang tipikal seperti saya ini nggak sedikit. Intinya, kita nggak punya mental untuk kerja keras wujudin apa yang kita mau. Kita terlalu malas. Kita terlalu takut untuk ambil resiko. Kita selalu ingin yang aman-aman saja. Itulah kita, orang Indonesia. Kalau anak-anak mudanya kayak saya, mentalnya kayak saya, kapan Indonesia bisa maju?!
Belum lagi kebanyakan anak muda sekarang, instead of kejar mimpi, kerja keras, berusaha lakukan yang terbaik buat orang lain, malah asyik-asyikan nge-mall, ketawa ketiwi gak jelas di snapgram, nongkrong, foto ala-ala, and so many things yang useless banget. Jangankan mau berguna untuk orang lain, buat diri sendiri aja nggak ada gunanya. Budaya hidup hedonis masih dipertahankan, pamer sana pamer sini, sedangkan budaya hidup sederhana malah disinisin dan dikatain. Gimana Indonesia mau maju?
Banyak dari kita, generasi sekarang, instead of beli buku buat nambah pengetahuan or browsing yang bermanfaat, kita lebih banyak habisin duit dan waktu buat 'what kind of style that hip nowadays? sekarang trendnya gaya foto kayak gimana ya? sekarang hitsnya baju model apa ya?' -_- dan juga kita masih kepo tidak pada tempatnya. Lucunya lagi orang kita senang banget apa-apa nyalahin orang, senang banget komplain sana komplain sini. Contoh kecil saja ya, saya tinggal di daerah tambang, di mana perusahaan yang mengolah pertambangan tersebut merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia. Hampir seluruh aspek bergantung pada perusahaan pertambangan ini, salah satunya lapangan pekerjaan. Terus lucunya dimana? Wait. Baru-baru ini i read post in facebook that anak muda disini menyuarakan tentang bagaimana perusahaan tambang ini tidak bisa menyelesaikan masalah pengangguran, niat buat orasi lah, dan banyak gerakan lain. Lucu aja gitu. Gini loh kakak-kakak adek-adek, masalah pengangguran nggak bakal bisa diselesaikan oleh pemerintah. Kita nggak bisa komplain ke pemerintah karena kita jadi pengangguran. Coba deh bayangin, tiap tahun berapa banyak anak muda yang baru lulus dari sekolahnya, selalu ada kan? Maka mustahil kalau masalah pengangguran itu bisa diselesaikan pemerintah, wong tiap tahun sekolah-sekolah dan universitas mencetak generasi muda yang sudah siap ilmunya. Nggak ada cerita tuh dalam setahun sekolah maupun universitas stop kelulusan supaya nggak mencetak generasi yang bakal jadi pengangguran -_- konyol guys. So why we still complaining masalah pengangguran? Sedangkan setiap tahun generasi muda yang siap dengan ilmunya tercetak!! *geleng-geleng*. Ini juga nih yang bikin Indonesia nggak maju. Kita nggak mandiri. Suka banget nyalahin orang atas penderitaan yang terjadi ke kita. Kerja loh nggak cuma di tambang, nggak cuma di kantor, nggak cuma jadi karyawan. Banyak hal yang bisa dilakuin selain mengeluh minta dipekerjakan. Rasulullah loh udah ngajarin bahwa 90% rejeki datang dari perniagaan. Lihat deh kokoh kokoh dan cici cici yang jualan, mereka kaya-kaya kan?! Padahal mereka cuma jualan, nggak kerja kantoran, nggak jadi karyawan, itu semua karena mereka mampu lihat peluang, mereka kreatif, mereka kerja keras, nggak bergantung sama orang lain. Banyak hal yang bisa kita lakukan selain nyalahin pemerintah karena nggak menyelesaikan masalah pengangguran.
So guys, mari deh kita berbenah diri. Belajar lebih banyak lagi, bergerak lebih aktif lagi. Buang jauh jauh deh gaya hidup hedonis. Coba lihat orang kayak Mark Zuckerberg, yang kekayaannya segede jaban, dia tetap aja hidup sederhana. Apalagi kita yang hartanya nggak seberapa, malu guys. Pergunakan harta sebaik mungkin, jangan jadi orang yang konsumtif. Koleksi-koleksi baju, sepatu, pernaik pernik itu benar-benar nggak ada gunanya. Kita kan bukan artis yang jual penampilan, so buat apa koleksi ini itu, bergaya se-kece mungkin, ngomong setinggi mungkin, padahal kantong kosong. Kita hidup hedon malah bikin kantong kita kosong dan kantong orang kaya makin tebal. Kita bergaya ala-ala artis tapi nggak ada tuh yang ngajakin buat jadi bintang iklan, yang ada malah tambah susah. Kalau sudah susah, nyalahin orang lain sampe nyalahin pemerintah. Kan lucu. Kemudian berhenti deh mengeluh sama pemerintah atau lembaga tertentu, yuk bergerak nyari peluang dan kesempatan. Supaya hidup kita berguna. Nggak manja dan bergantung sama orang tua. Plus, singkirin jauh-jauh deh itu gengsi. Jangan dipelihara. Jangan maunya cuma kerja di tempat yang prestige aja, coba dari hal-hal kecil. Karena dari hal kecil, jika kita sungguh-sungguh, akan bisa menjadi besar.